Suatu tim ilmuwan di Jerman telah berhasil membuat sel jantan (sperma) dari jaringan tulang bagian dalam yang membuka harapan akan pembuatan sel jantan dewasa secara massal yang dapat berguna dalam salah satu program terapi bagi pasangan yang kurang subur atau memperbaiki kesuburan pria yang menjadi mandul akibat menjalani terapi kanker.

Impian akan hal itu tampak masih jauh untuk dapat diterapkan, namun para ilmuwan berharap sangat dapat membuat sel jantan yang dewasa (matang) dalam waktu tiga tahun kedepan.

Hasil penelitian tersebut yang dilakukan di Jerman telah dipublikasikan dalam majalah kedokteran, The Journal Reproduction: Gamete Biology.

Tim peneliti dipimpin Profesor Karim Nayernia dari Universitas Goettingen, pertama-tama mengambil jaringan bagian dalam tulang para pria relawan. Dari sample tersebut mereka memisahkan sel batang mesenchymal (jaringan ikat dalam mesoderm yang akan berkembang didalam jaringan tubuh antara lain jaringan otot). Sel batang adalah sel yang belum matang (dewasa) yang dapat berkembang tumbuh menurut jalur fungsinya yang berbeda.

Dengan menggunakan salah satu bentuk vitamin A, para peneliti membuat sel mesenchymal menjadi sel awal PGCs sel pada tahap pertama perubahan bentuk menuju sel jantan. Dari para ahli genetika diketahui bahwa sebagian dari PGCs kemudian berubah menjadi sel batang spermatagonial tingkat yang lebih lanjut.

Dalam kondisi normal sel-sel tersebut secara bertahap akan berubah menjadi sel yang matang (dewasa), sel jantan dengan fungsinya yang dapat membuahi sel telur. Sekitar 3% sel batang yang diambil dari jaringan tulang bagian dalam dapat mencapai perubahan hinga ke bentuk sel spermatagonial.

Dalam penelitian sebelumnya, Profesor Nayernia mengambil dan mengembangkan sel batang sel jantan tikus dari jaringan tulang bagian dalam dan mentransplantasikan ke testes( buah zakar) hewan lain .

Kemudian mereka para peneliti menggandakan dan mematangkan sel walaupun tidak menjadikan sel jantan yang matang.

Nayernia mengatakan, “Kami merasa sangat senang akan hasil penelitian ini terutama setelah penelitian tahap pertama yang membawa kami pada hewan tikus akan dapat kami lanjutkan perkembangannya. Sasaran kami selanjutnya adalah untuk melihat apakah sel batang spermatagonial dapat dikembangkan menjadi sel jantan yang matang dalam penelitian laboratorium dan hal ini dapat memakan waktu tiga hingga lima tahun penelitian.”

Hal utama adalah meneliti mengapa sejumlah sel gagal memasuki tahap meiosis, yaitu tahapan akhir dari pembelahan sel sebelum menjadi membentuk sel jantan yang matang.

Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah sel-sel tersebut memerlukan sel sertoli yaitu sel-sel khusus yang ditemukan di testes yang mempunyai tugas mematangkan sel jantan menjadi dewasa.

Membuat sel sertoli dari jaringan bagian dalam tulang bersamaan dengan membuat sel jantan adalah salah satu tugas yang harus dilakukan dalam penelitian lanjut .

Nayernia berharap dari penelitian dunia ilmu kedokteran dapat membawa hasil bagi terapi pria tidak subur. Terutama ilmuwan yang memimpin penelitian ini menginginkan kemungkinan mengembalikan fertilitas pada pria usia muda yang harus menjalani kemoterapi karena mengidap kanker.

Hal itu dapat memungkinkan melakukan kultur (biakan murni) terhadap sel jantan di tahap awal di dalam laboratorium dari sampel jaringan bagian dalam tulang atau jaringan testes, yang akan dapat ditanamkan kembali ke testes (buah zakar).

“Kami baru sampai di tahap awal, namun sel-sel itu tidak memasuki tahap meiosis, apabila kami dapat memecahkan persoalan itu dan saya kira hal itu sangat besar kemungkinannya, maka tahap selanjutnya para ilmuwan akan dapat membuat sel jantan dewasa yang sanggup membuahi sel telur,” kata Nayernia.

http://www.kapanlagi.com/a/0000004269.html