Musisi Maya Estianty alias Maia Ahmad mengizinkan suaminya, Ahmad Dhani Prasetyo, untuk menikah dengan perempuan lain. Syaratnya ia harus diceraikan terlebih dulu.
Maia yang mengaku tidak pernah dinafkahi secara lahir maupun batin oleh suaminya¬† sejak November 2006 memberikan ‘lampu hijau’ kepada Dhani untuk menikahi perempuan lain selain dirinya, dengan catatan Maia harus diceraikan dulu.
“Saya nggak mau dipoligami,” tegas Maia saat ditemui di ruang kerja pengacara Farhat Abbas di Plasa Basmar, Mampangprapatan, Jakarta Selatan, beberapa saat setelah sidang cerainya di Pengadilan Agama (PA) Jakarta Selatan, Selasa (13/5), berakhir.
Sejak awal perselisihan dengan sang suami, Maia mengaku telah berbicara dengan suaminya untuk menyelesaikan krisis rumah-tangganya secara baik-baik. “Kalau sudah nggak mau sama saya ya bercerai baik-baik. Ngapain susah-susah, tinggal tanda tangan (surat cerai) saja. Saya jangan disiksa seperti ini,” ujarnya menanggapi berlarut-larutnya sidang cerai ini.
Dalam sidang kemarin pihak Maia menghadirkan tiga orang saksi yakni kedua orangtuanya, Ir Hardjono Sigit dan Kustini, serta Wasni, pembantu rumah tangga yang telah bekerja dengan Maia selama hampir 10 tahun.
Namun, pihak Dhani, yang diwakili oleh dua kuasa hukumnya, Derta Rahmanto dan Deddy Mulyadi, menganggap ketiganya tidak relevan sebagai saksi. “Keterangan saksi banyak yang tidak relevan,” kata Derta seusai sidang. Ia menilai, ketiga saksi tersebut tidak pernah mendengar atau melihat secara langsung konflik yang terjadi antara Maia dan Dhani.
“Mereka lebih banyak mendengar berita dari tayangan infotainment,” kata Derta. Apalagi Wasni, lanjut Deddy, tidak bekerja lagi di rumah Maia dan Dhani sejak April 2007. “Yang jelas keterangan saksi belum lengkap,” ujar Deddy.
Sementara itu Elza Syarief, salah satu kuasa hukum Maia, mengatakan kehadiran ketiga saksi itu untuk memberikan bukti adanya perselisihan yang terus-menerus terjadi antara Maia dan Dhani. “Saksi melihat dan mendengar semua yang ada di dalam rumah tangga Maia dan Dhani,” kata Elza.
Maia mengaku sempat menangis di dalam ruang sidang. Ia turut terharu ketika melihat ibu kandungnya tiba-tiba meneteskan air matanya saat mendengar cerita penghinaan yang dilakukan Dhani.
“Semula saya mencoba untuk tegar, tetapi saya jadi ikut terharu,” kata Maia. Selama Dhani berada di Australia (sebagai dosen tamu dalam sebuah seminar di Universitas New South Wales), Maia selalu bersama ketiga anaknya, termasuk saat ia sedang berada di dalam studio kontrakannya di Jalan Metro Alam, Pondok Indah. Di sana pula kedua orangtua Maia yang datang dari Surabaya bermalam. Oleh karena anak-anaknya ingin menemui eyangnya, Maia kemudian mengajak ke studio.
Kabarnya, Dhani yang mendengar tindakan Maia tersebut mengaku kecewa. “Kalau ayah dan ibu saya boleh tinggal di rumah (Pinang Mas), ya pasti anak-anak akan tinggal di sana. Tetapi ayah dan ibu saya sudah diusir. Saya ini ibunya, berhak dong membawa anak-anak,” kata Maia. Sidang akan dilanjutkan pada 27 Mei mendatang.

DARI: WARTAKOTA