Sebagai situs penyedia layanan video, YouTube memang berada di posisi yang riskan. Kasus yang dihadapi situs yang bernaung di bawah Google ini hampir tak terhitung. Kali ini YouTube menghadapi masalah yang cukup besar menyusul tuntutan yang diajukan Viacom ke pengadilan.

Tuntutan senilai 1 milyar dollar ini sebenarnya sudah diajukan Viacom sejak tahun kemarin. Tuntutan itu didasarkan atas penemuan sekitar 150 ribu video yang dimuat di YouTube tanpa seijin pemiliknya.

Menanggapi tuntutan itu, Google sebagai pemilik YouTube mengklaim bahwa yang mereka lakukan selama ini tidak bertentangan dengan Digital Millennium Copyright Act yang dicanangkan 1998 lalu. Lebih lanjut, Google menganggap bahwa tuntutan yang diajukan Viacom ini akan berdampak buruk pada cara ratusan juta orang di dunia dalam bertukar informasi lewat internet.

Dalam tuntutan yang diajukan Viacom itu, disebutkan bahwa YouTube telah mengijinkan posting video dari acara TV dan film tanpa seijin pemiliknya. Bahkan video yang tak dilengkapi perijinan itu telah dilihat orang ribuan kali. Ini jelas merugikan pemilik hak cipta dari video tersebut.

Menurut sebuah berita yang dimuat BBC hari Selasa (27/05/08), Sumner Redstone, chairman Viacom, menyampaikan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk pembajakan oleh siapa pun termasuk YouTube. “Mereka tidak akan lolos begitu saja setelah mencuri produk kami,” lanjut Sumner.

Sementara pihak Google sendiri hanya berkomentar bahwa masalah ini hanya akan bisa diselesaikan di pengadilan. “Kami akan maju terus sekali pun sampai ke Pengadilan Tinggi,” ungkap David Eun sang vice president of content partnerships. Walaupun Google tetap bersikukuh bahwa pihaknya tidak bersalah, namun YouTube segera memasang software yang mampu mendeteksi pelanggaran hak cipta pada video yang di-upload ke servernya menyusul tuntutan Viacom ini.

dari:kapanlagi.com