REPUBLIK CESKA

kits Organisasi: SFS
Presiden: Pavel Mokry
Pelatih: Karel Bruckner
Kapten: Tomas Rosicky
Didirikan: 1903
Bergabung ke FIFA: 1907
Bergabung ke UEFA: 1994
Stadion: AXA Arena
Kiper:
Petr Cech (Chelsea), Jaromir Blazek (Nuremberg), Daniel Zitka (Anderlecht)Bek:
Zdenek Grygera (Juventus), Marek Jankulovski (AC Milan), Zdenek Pospech (FC Copenhagen), Michal Kadlec (Sparta Prague), David Rozehnal (Lazio) Tomas Ujfalusi (Fiorentina),

Gelandang:
Jan Polak (Anderlecht), Tomas Galasek (Nuremberg), Radoslav Kovac (Spartak Moscow), David Jarolim (Hamburg SV), Marek Matejovsky (Reading), Tomas Sivok (Sparta Prague), Rudi Skacel (Hertha Berlin), Jaroslav Plasil (Osasuna), Libor Sionko (FC Copenhagen)

Striker:
Milan Baros (Portsmouth), Martin Fenin (Eintracht Frankfurt), Jan Koller (Nuremberg), Vaclav Sverkos (Banik Ostrava), Stanislav Vlcek (Anderlecht)

Mengulang Prestasi Euro 1996
Nama Republik Ceska mungkin nama baru dalam sepakbola dunia. Ketika bernama Cekoslovakia (kini terpecah, Slovakia berdiri sendiri), negara ini menjadi salah satu kekuatan sepakbola yang cukup disegani tim lain. Buktinya, Cekoslovakia tampil sebagai juara pada Euro 1976.

Setelah bernama Rep Ceska sejak 1993, bukan menjadi sepi prestasi. Ceska pernah mengejutkan dunia dalam keikutsertaannya di Euro 1996 di Inggris.

Ketika itu Rep Ceska tampil sangat fenomenal dengan mengalahkan Italia 2-1 di babak penyisihan grup, membungkam Portugal 1-0 dan menahan Prancis 0-0 di semifinal. Ceska akhirnya lolos ke final setelah menang 6-5 di babak adu penalti. Sayangnya, rekor gemilang itu dihentikan Jerman 1-2, setelah Oliver Bierhoff mencetak golden gol di masa perpanjangan waktu.

Para pemain Ceska eks Euro 1996 pun laris manis di pasaran. Sebut saja Pavel Nedved, Karel Poborsky dan Patrik Berger menjadi rebutan klub-klub top Eropa, di masa itu.

Tapi, hanya itu saja prestasi terbaik Ceska di ajang internasional. Di ajang World Cup, Ceska seperti tidak bertaring. Pavel Nedved dkk, hanya satu kali tampil di Piala Dunia 2006, itu pun gagal lolos ke babak 16 besar.

Pada ajang Euro 2008, Rep Ceska yang masih ditangani oleh pelatih Karel Bruckner menampilkan wajah-wajah baru dalam skuadnya. Bruckner tidak lagi mengandalkan pemain-pemain veteran, melainkan para pemain-pemain muda seperti Peter Cech, Marek Jankulovski, Tomas Rosicky dan Milan Baros. Hasilnya, Ceska tampil mengesankan di babak kualifikasi dan keluar sebagai juara grup.

Kini tergabung bersama di Grup A bersama Swiss, Portugal dan Turki, Rep Ceska mempunyai misi untuk mengulang prestasi emas yang pernah mereka ukir 11 tahun lalu.

Melihat calon-calon lawan di Grup A, tiom berkostum Merah dan Putih ini, tentunya mempunyai kans besar untuk bisa lolos ke babak perempat final. Kita nantikan?

The Star, Tomas Rosicky
Selepas era Pavel Nedved cs, banyak pihak yang menduga bahwa masa emas Ceska sudah berakhir. Namun melihat gemilangnya penampilan Ceska di babak kualifikasi Euro 2008, Ceska menunjukan bahwa negaranya tidak kehabisan pemain bintang.Salah satu nama yang paling menonjol tentu saja peran Tomas Rosicky di lini tengah Ceska. Rosicky mampu berperan dengan baik menggantikan posisi Pavel Nedved yang memutuskan diri pensiun dari sepakbola internasional.

Lazimnya seorang jenderal lapangan tengah, yang harus mempunyai visi bermain yang baik, skill diatas rata-rata, serta kemampuan membaca pertandingan. Kesemuanya dimiliki dengan sempurna oleh pemain yang merumput bersama Arsenal ini.

Melihat kapasitasnya dalam memimpin rekan-rekannya di setiap pertandingan, Bruckenr pun langsung menunjuk mantan pemain Borrussia Dortmund ini untuk mengenakan ban kapten di setiap laga Ceska.

Pemain berusia 27 tahun yang telah memulai debutnya pada tahun 2000 lalu, menjadi pemain yang tidak tergantikan di lini tengah Ceska. Rosicky, menjadi nyawa permainan tim. Umpan-umpannya terukur dan ia juga kerap menjadi pemecah kebuntuan jika barisan penyerangnya sulit untuk mendobrak pertahanan lawan.

Perkiraan Formasi:
(4-4-2) Cech: Ujfalusi, Jiranek, Rozrhnal, Jankulovski; Sionko, galasek, Rosicky, Plasii; baros, Koller

Kelebihan:
Mempunyai kolektivitas permainan yang baik, dan kualitas pemain yang cukup teruji karena berkompetisi di level top Eropa.

Kekurangan:
Kurang stabilnya penampilan dalam setiap pertandingan dan terlalu bergantung pada peran Tomas Rosicky.