SWISS

kits Organisasi: SFA
Presiden: Ralph M. Zloczower
Pelatih Kepala: Jakob Kuhn
Kapten: Alexander Frei
Didirikan: 1895
Masuk UEFA: 1954
Masuk FIFA: 1904
Kiper:
Diego Benaglio (Wolfsburg), Pascal Zuberbuehler (Neuchatel Xamax), Eldin Jakupovic (Grasshoppers Zurich)Bek:
Ludovic Magnin (Stuttgart), Christoph Spycher (Eintracht Frankfurt), Philippe Senderos (Arsenal), Patrick Mueller (Olympique Lyon), Johan Djourou (Arsenal), Stephane Grichting (Auxerre), Philipp Degen (Borussia Dortmund), Stephan Lichtsteiner (Lille)

Gelandang:
Valon Behrami (Lazio), Gokhan Inler (Udinese), Gelson Fernandes (Manchester City), Benjamin Huggel (Basel), Tranquillo Barnetta (Bayer Leverkusen), Hakan Yakin (Young Boys Berne), Ricardo Cabanas (Grasshoppers Zurich), Johan Vonlanthen (Salzburg), Daniel Gygax (Metz)

Depan:
Alex Frei (Borussia Dortmund), Marco Streller (Basel), Eren Derdiyok (Basel)

Jasa Seorang Jakob ‘Kobi’ Kuhn Meski tidak mengikuti babak kualifikasi Euro 2008, Swiss tetap menjadi salah satu tim kuda hitam. Kiprahnya di Piala Dunia 2006 layak diberikan nilai plus. Berada bersama Prancis, Korea Selatan, Republik Togo di Grup G, tim yang dikomandani pelatih veteran Jakob Kuhn itu mampu melaju ke babak 16 besar.

Tim yang bergabung dengan dengan UEFA sejak 1954 ini bahkan mampu menahan Le Bleus 0-0, 13 Juni lalu, di pertemuan pertama Grup G. Bahkan, Korea mampu dibekuk dengan skor lumayan 2-0 pada laga terakhir babak penyisihan di Jerman.

Sayangnya, langkah Swiss terhenti di babak 16 besar. Ukraina yang menjadi salah satu raksasa Eropa menghancurkan skuad Kuhn 3-0. Tapi, itu masa lalu. Menjadi tuan rumah di ajang Euro 2008 pasti membuat semangat Swiss meletup-letup. Apalagi, sosok Kuhn masih menyertai tim.

Jasa seorang Kuhn bagi Swiss sangat besar. Sejak mengambil alih tongkat estafet dari pelatih Argentina Enzo Trossero pada 2001, Swiss tidak pernah absen di laga Euro sejak 1996.

Padahal, ketika negara yang belum pernah dijajah negara lain ini dipegang pelatih luar negeri, belum pernah ada prestasi signifikan yang bisa diraih. Figur-figur seperti Uli Stelike, Roy Hodgson, Gilbert Gress, dan Trosseero tidak mampu mengangkat citra Swiss di mata sepakbola dunia maupun Eropa.

Jika ditotal sudah 80 laga Eropa yang berhasil dimainkan negara pemasok jam-jam terkenal ini. Dari jumlah itu, 29 laga berhasil dimenangkan. Sisanya 22 kali imbang dan 29 kali kalah dengan memasukan 119 gol dan kebobolan 108 gol.

Kini tergabung dalam Grup A, bersama Rep. Ceska, Portudal dan Turki, Swiss yang tentu saja dibantu dukungan penuh publik karena berstatus tuan rumah mempunyai peluang lebih untu lolos ke babak delapan besar. Apabila mampu mengalahkan Rep. Ceska di laga perdananya nanti, Swiss dipastikan bisa berbicara banyak di Euro 2008.

The Stars
Alexander Frei Melakoni Euro 2008, Kuhn tidak perlu banyak khawatir mempersiapkan timnya. Di depan dia masih mempunyai bomber produktif Alexander Frei. Bergabung sejak Euro 2004, Frei sudah bermain buat Swiss 54 kali dan menyumbangkan 32 gol.

Bersama Dortmund, Frei juga tampil memesona banyak kalangan Bundesliga. Kakinya masih sangat produktif dengan rekor 16 gol dari 54 pertandingan melihat usianya yang masih 27 tahun.

Prestasi fenomenal Frei dicetak ketika membela klub Prancis Rennes (2003-2006). Pemain kelahiran Basel ini mampu menjadi top skorer dengan 20 gol. Setelah itu publik Swiss memberikan mahkota pemain terbaik pada pemain berpostur 179 cm ini.

Perkiraan Formasi:
(4-3-1-2) Zuberbuhler; Degen, Muller, Sanderos, Magnin; Barnetta, Vogel, Wicky, Cabanas, Yakin, Frei

Kelebihan:
Skuad solid warisan Piala Dunia 2006 Titel sebagai tuan rumah Pelatih yang sangat mengenal karakter tim

Kekurangan:
– Bomber kurang mematikan
– Mental juara yang masih kurang
– Pengalaman bertanding kurang, karena lolos otomatis